Selasa, 27 Mei 2008

Pfiuhh..Hari-hari Yang Sibuk!

Pfiuhhh...Sudah lama juga ya Kami ga menulis di sini. Belakangan Kami semua sangat sibuk menyiapkan pementasan drama Oliver Twist. Hampir setiap hari ada jadwal latihan dan menyiapkan setting kelas.

Kelas benar-benar jadi riuh saat latihan apalagi saat membuat setting. Kami bekerja dalam 3 kelompok. Ada kelompok yang membuat setting rumah Fagin, rumah Brownlow, dan London. Kami menggambar di kertas-kertas besar, lalu mengecatnya. Woowww, semuanya belepotan cat deh...Tapi seru!!!

Ada satu kejadian, saat setting sudah selesai, lalu salah satu teman sedang membersihkan sisa-sisa cat. Uppsss, tanpa sengaja ia menyenggol gelas cat yang terletak persis di atas kertas setting. Tumpahlah cat biru di atas setting rumah Brownlow tersebut!

Si teman Kami itu merasa sangat bersalah, tapi kemudian tumpahan cat itu bisa Kami atasi dengan baik. Yang Kami pelajari adalah : setiap masalah harus ditanggapi dengan tenang, lalu berpikir bagaimana mengatasi masalah tersebut. Buktinya, rumah Brownlow tetap terlihat bagus.

Besok, 29 Mei 2008, akan jadi hari yang tidak terlupakan oleh Kami. Puncak dari kerja keras berbulan-bulan. Kepada seluruh orang tua, Kami tunggu kedatangannya...Pasti bakalan seru de!!!

Jumat, 02 Mei 2008

Latihan Teruusss...

Wah...Minggu-minggu ini Kami sangat antusias untuk berlatih drama Oliver Twist. Masing-masing sudah mendapatkan karakter yang akan dimainkan nanti. Latihannya seru biarpun agak melelahkan. Kadang-kadang Bu Thesi minta Kami untuk mengulang berkali-kali kalau ekspresi Kami belum maksimal. Tapi ga apa-apa lah, tujuannya kan supaya Kami menampilkan daram semaksimal mungkin nantinya.

Banyak sekali yang harus Kami siapkan. Yang paling penting pastinya cara Kami memerankan setiap karakter. Lalu setting kelas, kostum, serta properti. Hmm...sepertinya bakalan seru abisss.

Kami mohon dukungan dari semuanya, terutama para orang tua untuk membantu persiapan kostum dan properti. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik untuk 'Reading Project' ini, tanggal 29 Mei nanti. Hi...waktunya tinggal 4 minggu lagi.
Doakan Kami ya...

Sabtu, 26 April 2008

Hari Sastra

Jumat, 25 April 2008. Kami mengikuti kegiatan Hari Sastra. Ada banyak kegiatan pada hari itu: Workshop dari Bpk. Putu Wijaya, Deklamasi Puisi, Musikalisasi Puisi, dan Berbalas Pantun. Seru sekali!

Tau Bpk. Putu Wijaya kan? Beliau adalah seorang sastrawan Indonesia yang sangat terkenal. Karya-karya beliau berupa novel, film, drama, dll. Beliau mengajarkan Kami bagaimana mendeklamasikan dan membuat puisi yang baik. Semua teman-teman kelas 4 mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Kelas Kami juga memenangkan semua kategori lomba biarpun bukan juara satu, hehehe. Tapi Kami sangat senang. Apalagi Kami mempelajari banyak hal tentang Sastra. Kami jadi lebih cinta pada karya sastra Indonesia!

Inspirasiku Tentang Binatang (Asia)

Fiksi berikut ini ditulis oleh Danis.

3 tahun yang lalu ada 5 orang bersaudara yang berasal dari Indonesia. Mereka bernama Pram, VAldi, Tutiyem, Bejo, dan Pakijo. Namanya cukup aneh ya!? Mereka berkeliling di Asia.

Negara pertama yang mereka kunjungi adalah Indonesia. Di Indonesia mereka melihat Orang Utan, Tarsius, Badak Jawa, Bekantan, Cendrawasih, Tupai terbang, dan Komodo! Binatang-binatang ini sudah cukup langka karena perburuan liar.

Selanjutnya mereka pergi ke Thailand dan Baghdad. Mereka melihat cecak terbang, macan tutul, dan gajah asia. Ada juga Lutung Perak! Binatang ini keren sekali lho! Sayangnya saat di sini ada gajah yang mengamuk dan menyerang Pram.

Mereka kemudian meneruskan perjalan ke Cina untuk melihat panda. Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu! Lalu mereka melanjutkan perjalanan ke Mongolia dan Pegunungan Himalaya untuk melihat Yak, kambing gunung, macan tutul salju, dan beruang Himalaya.

Wah!!! Ada lagi yang lebih spesial, yaitu ke Siberia dan Jepang. Mereka melihat Salamander raksasa dan juga Saiga.

Terakhir, mereka berkunjung ke Arab. Tiba-tiba 3 teman mereka terpeleset ke jurang. Valdi sangat sedih sekali. Akhirnya is pulang sendiri dengan perasaan sangat sedih. Tapi ia juga merasa bahagia karena telah melakukan perjalanan yang menyenangkan dan bisa melihat banyak sekali binatang-binatang menarik.

Agar kita bisa tetap menikmati keindahan satwa tersebut kita harus bersama-sama menghentikan perburuan binatang secara liar.

Udah Lama Banget...

Udah lama banget ga ada posting baru di blog Kami ya. Beberapa minggu belakangan ini Kami disibukkan oleh review UTS dan UTS!. 1 minggu yang lalu Kami sudah menerima hasil UTS. Senang sekali karena hampir semua murid di kelas mendapatkan nilai yang baik. Beberapa bahkan nilainya melonjak naik.

Setelah menerima raport, Kami juga sudah liburan satu minggu. Sekarang Kami sudah memulai kegiatan belajar lagi. Tapi sayangnya untuk 3 bulan ke depan, guru Bahasa Indonesia Kami, Bu Dian, cuti melahirkan bayi ke 2 nya.

Nanti Bu Thesi akan di temani oleh Ibu Tuti dan Pak Ahmed.

Hmm, Kami sekarang tengah sibuk mempersiapkan drama Oliver Twist. Dialognya sudah selesai dibuat. Minggu ini Kami akan mulai berlatih. Tunggu terus cerita Kami ya...

Kamis, 27 Maret 2008

Memenangkan Lomba

Masih ingat cerita tentang Culture Vaganza? Ini adalah cerita Dina tentang pakaian adat Aceh dan Lomba yang diikutinya...

Pada acara Culture Vaganza saya mengikuti perlombaan, yaitu memakai baju tradisional. Saat itu baju yang ku pakai berasal dari Sumatera, yaitu Provinsi Aceh.

Baju itu biasanya digunakan saat menari Saman, tetapi pada zaman dahulu baju itu dipakai untuk berperang. Yang memakai baju itu untuk berperang adalah Cut Nyak Dien dan Cut Meutia. Baju tradisional Aceh itu punya banyak warna, tetapi saat Culture Vaganza, aku memilih baju berwarna ungu.

Saat lomba mewakili kelas 4T bersama Danis, aku harus mempresentasikan baju yang kupakai. Aku sedikit tegang. Aku mendapat giliran ke2.

Saat pengumuman lomba tgl 14 Maret, ternyata aku juara ke 2!!! Aku, teman-teman kelas, Bu Thesi dan Bu Dian merasa bangga sekali. Dan teman-teman memanggil ku Warrior Girl From Aceh, hehehe.

Selasa, 18 Maret 2008

Badut Hidung Merah

Hari ini setelah snack time kami di minta Bu Dian untuk berbaris menuju Gedung Budaya. Sesampainya di sana, ternyata sudah ada murid-murid dari kelas 1-5. Penuh sesak! Di panggung kecil di bagian depan, berdiri seorang laki-laki bule. Bajunya si biasa, tapi ia memakai hidung badut yang merah itu dan sepatu badut yang sangat besar. Biarpun ia tidak memakai kostum badut lengkap, tapi dari gerak-geriknya ia sudah terlihat lucu. Rambutnya yang keriting panjang diikat persis di atas kepala, jadi saat ia bergerak kuncirnya juga ikut bergerak-gerak.

Si badut, yang ternyata bernama Dan itu datang dari Amerika. Ia memulai pertunjukan dengan megerjai seluruh murid. Bagaimana tidak...ia berulang kali menyuruh kami untuk maju dari posisi duduk kami, lalu mundur, lalu maju lagi, lalu mundur, lalu maju lagi...terus begitu. Hehehe, tapi semua anak senang dengan tingkahnya yang lucu, jadi kami tertawa saja. Hal pertama yang dilakukan si badut Dan adalah meletakkan tongkat di dagunya. Wow, hebat! Tongkat itu tidak jatuh lho... Lalu ia melakukan hal yang sama dengan menggunakan kursi! tangga! Keren kan?

Seperti pertunjukan badut lainnya, ia juga bermain dengan bola, piring-piring yang diputar di ujung tongkat, kotak-kotak yang dilempar bergantian. Dan terakhir...ia meletakkan pisau..hiii...di dagunya lagi!!! Tapi ia tidak terluka. Badut Dan berpesan bahwa kami tidak boleh menirukan itu di manapun. Pokoknya, seruuu!!!

Kata Kak Dan ia datang ke Indonesia untuk menghibur anak-anak di sekolah yang kurang mampu. Beruntung sekali kami, karena ia mau mampir ke sekolah kami. Kak Dan betul-betul membuat kami tertawa bahagia. Itu memang tujuan utamanya membuat pertunjukan untuk anak-anak. Pesan dari Badut Dan adalah...kalau kita merasa bahagia, maka kita pun harus membuat orang lain bahagia.

Sebenarnya Kak Dan juga membagi-bagikan hidung badut berbentuk bola kecil berwarna merah yang terbuat dari gabus. Bola gabus tersebut bisa dipasang di hidung. Sayang, hanya murid-murid kelas satu yang mendapatkannya. Eh, tapi Bu Thesi juga mendapatkan satu hidung badut. Dan di kelas Bu Thesi malah memakainya saat mengajar. Kocak...tapi menurut Bu Thesi hidung badut itu akan diberikan untuk sepupu kecilnya yang masih berumur 6 tahun.

Yaahh..tidak apa-apalah kami tidak mendapatkan hidung badut itu. Yang lebih penting, hari ini kami tertawa bahagia, dan kami juga ingin membuat orang lain bahagia!

Masih soal bahagia, kami hari ini sudah selesai membaca buku Oliver Twist lho! Di akhir cerita, ternyata Oliver juga bahagia! Tunggu cerita kami selanjutnya tentang project Oliver Twist ya...