Sabtu, 30 Agustus 2008

Puasa...Puasa....Maaf Lahir Bathin Ya....

Pfiuhhh....
Seems everybody quite busy lately. It's been a long time, there's no new writing in the blog! Yuhuu...Where are everybody?
4T-ers, still remember to compose a story and post it here? Please send your story to my email : aisiretup@yahoo.com. I'm waiting forwardfor your story, 4T-ers.

Anyway, Happy Ramadhan, guys...
I'm so sorry for all the mistakes i've ever made...

Selasa, 12 Agustus 2008

Masih Oliver Twist...

DINA:

Wah!! kita sudah berlatih sekitar 6 bulan untuk bersiap siap untuk drama OLIVER TWIST !Sebelum acara dimulai kami mempersiapkan setting, drama, kostum, dll!! Kita sudah berusaha berlatih drama ini!!! Dan ternyata hasilnya bagus lohh....!!! Hari yang sudah ditunggu akhirnya datang juga!!! Sebelum acara dimulai, kita latihan dahulu!! Tiba-tiba mati lampu!!! Kami sangat kaget!!! Kami jadi merasa kepanasan. Tapi walaupun mati lampu, semangat kita tidak berkurang!! Kita tetap semangat demi drama ini!!! Acara akan di mulai 9.20.... dan akhirnya jam 9.20 pun tiba!!!! Kami langsung bersiap-siap dan duduk di tempat masing masing!!!! Inilah peran-peran murid 4T :

Amar: Oliver Twist
Andi: Bill Sikes
Alika: Charley
Alfre: Mrs. Corney
Amanda: Old Sally
Dimas: Mr. Brownlow
Dina: Mrs.Sowerbury
Dyanka: Mrs. Maylie
Danis : Fagin
Farrel: Mr. Bumble
Fadil: Doger
Irfan : Noah
Kiki : Mr. Sowerbury
Kemal: Docter
Naura : Nancy
Naurah: Agnes
Riza: Toby
Sasha: Mrs. Bedwin

Setelah selesai drama, kami sangat lega!!! karena usaha itu tidak sia sia!!!
Saya berterima kasih kepada bu Thesi dan guru2 lain karena berkat mereka drama ini
menjadi lancar!!!

Sabtu, 19 Juli 2008

Masih Oliver Twist...

Setelah tertunda cukup lama, akhirnya bisa mempublikasikan lanjutan komentar murid-murid 4T tentang drama Oliver Twist. Sepertinya tulisan ini akan di publikasikan dalam beberapa tulisan, ga pa pa ya?

Dimas:
Lelah sekali. Kita berlatih Oliver Twist setiap hari. Lalu, kita membuat setting seperti rumah Fagin, rumah Brownlow, dan London. Pada saat membuat setting, ada yang tidak sengaja menumpahkan cat di rumah Brownlow. Anak-anak perempuan merasa kesal karenanya. Tapi yang menumpahkan cat meminta maaf. Untung hasilnya masih bagus. Aku juga membuat kupu-kupu di rumah Brownlow dan hasilnya besar sekali!

Kali ini latihannya seru sekali. Latihannya divideokan dan kami ditonton oleh teman-teman dari 4A! Kami menjadi tegang karenanya. Aku berperan sebagai Mr.Brownlow dan koki di workhouse. Walaupun ada sedikit kesalahan, tapi latihannya cukup sukses.

Hari yang ditunggu-tunggu telah datang , Open Day, 29 Mei 2008. Orang tuaku dating walaupun agak terlambat. Cukup banyak orang tua yang datang, sayangnya listrik di sekolah tiba-tiba mati. Akhirnya kami menyalakan lilin. Saat pertunjukan akan dimulai, aku merasa takut, tegang, malu, tapi juga senang. Untunglah pertunjukan kami berjalan dengan lancer dan sukses.


Naura:
“Duh, panas amat, sih?”. Beberapa kali keluhan itu meluncur dari mulut anak-anak kelas 4T. Memang, saat itu di sekolah listriknya lagi mati. Semua kelas jadi gelap dan pengap. Kami saat itu sedang latihan untuk Open Day Drama Oliver Twist. Hari Kamis, 29 Mei 2008 adalah hari besar. Betapa senangnya murid bila ayah atau ibunya datang. Dan salah satu dari sekian banyak anak itu adalah aku. Ibuku datang!

“Yeee, Snack time!!! Huhu!”, teriakan itu terdengar dari setiap penjuru kelas 4T. Karena waktunya sempit, kami makan di kelas. Duh, sudah mau dimulai nih, desahku dalam hati. Banyak ortu yang telah datang. Ibuku juga sudah datang. Tapi aku resah sekali. Awalnya aku tidak PD, tapi aku tidak boleh begitu! Aku tidak boleh malu-malu. Itu ulah pengecut dan aku tak mau jadi pengecut. Lagi pula aku tak mau mengecewakan Bunda, Ayah, dan para orang tua lainnya. Aku bertekad untuk bermain bagus.

Jam 9.40, lirikku ke jam dinding. “Waktunya untuk tampil”. Para orang tua telah berjejer duduk di kursi. Setelah semuanya tenang, Bu Thesi memberikan sambutan, diikuti oleh Aku, Kemal, dan Sasha ke panggung. Kami membacakan narasi, lalu diikuti penampilan oleh teman-teman lainnya. 1 jam berlalu, kepanasan, lalu Bu Thesi memanggil seluruh pemain untuk tampil di panggung pada akhir pertunjukan. Kami semua berlarian mencari orang tua masing-masing keluar kelas sembari menikmati hawa dingin. Aku sangat senang karena dapat menyenangkan orang lain.

Jumat, 13 Juni 2008

Ujian Kenaikan Kelas!!!

Komentar soal Oliver Twist nya kita lanjutin nanti ya...

Pfiuhh...Hari ini hari terakhir review sebelum EHB. Ga terasa, hampir genap setahun Kami bersama-sama. Minggu depan, Senin/16 Juli 2008, ujian kenaikan kelas.

U-uh...Hari ini kelas Kami ribut sekali. Kami berteriak cukup keras, sampai-sampai Bu Thesi tutup telinga lho! Mungkin karena Kami mau melepaskan kepenatan sepanjang minggu ini...

Doakan semoga Kami berhasil naik ke kelas 5 dengan baik ya!!!

Senin, 09 Juni 2008

Oliver Twist (3)

Dyanka:
Saat Kami sudah bersiap-siap untuk Open Day, tiba-tiba listriknya mati, tapi drama Kami tetap berjalan dengan baik. Jam 9.40, dramanya dimulai. Aku deg-degan sekali. Tiba-tiba, "Kreek", ada yang membuka pintu. Ternyata, BU Dian!!! Saat melihatnya, aku jadi semakin PD!.
Di belakang panggung, aku terus berusaha menghapalkan dialog. Menurutku dialoh yang paling susah adalah saat Mrs.Maylie harus bertemu dengan Mr.Brownlow. Aku harus masuk ke panggung tiba-tiba dan mengucapkan dialog yang cukup panjang.
Duh, alhamdulillah aku bisa melakukannya! Walaupun ada dialog yang terlupa. Aku senang sekali saat Kami berhasil menampilkan drama tersebut dengan baik.

Oliver Twist (2)

Proses pementasan drama Oliver Twist yang Kami jalani memakan waktu hampir 6 bulan. Kerja sama yang luar biasa ditunjukkan oleh anak-anak selama mempersiapkan Open Day ini. Berikut ini komentar dan kesan anak-anak terhadap pementasan Oliver Twist ...

Alfre:
"Ayo-ayo, ganti baju", "cepat...cepat, duduk di sini", "jangan pegang barang-barang itu". Ternyata repot ya kalau kita mau mementaskan sesuatu yang luar biasa. Aku berperan sebagai Mrs. Cornie, wanita yang akan menikah dengan Mr.Bumble, yang diperankan oleh Farrel.
Semua orang bekerja keras dan sangat sibuk. Bu Dian juga datang lho. Uhh, senangnya Bu Dian bisa melihat drama Kami.
Bagian yang lucu dan seru adalah saat Oliver berkelahi dengan Noah. LAlu Mrs.Sowerburry dan Mr.Bumble datang untuk melerai mereka. Mr.Bumble berkata, "Meat, Ma'am, meat. He's getting mad because you gave him meat". Semua orang tua pun tertawa karena adegan itu.
Tapi aku sedikt heran dengan Kiki, karena ia merasa malu saat orang tuanya datang. Aku juga ingin Ibuku datang, tapi beliau tidak bisa. Sedih sih, tapi mau apa lagi. Ya sudahlah, yang penting aku bisa tampil bagus di depan para orang tua. Bu Thesi juga bilang kalau aku bermain bagus.

Oliver Twist

He3, agak terlambat memang menuliskan cerita tentang Oliver Twist. Tp gpp ya, karena kita semua juga lagi di sibukkan dengan tugas-tugas untuk review dan EHB kenaikan kelas.

Alhamdulillah, pementasan drama Oliver Twist berjalan dengan baik dan anak-anak tampil dengan maksimal. Dengan kelucuan khas anak-anak, mereka berhasil membuat para orang tua tertawa kecil di sela-sela penampilan mereka. Terima kasih yang sebesar-besarnya buat dukungan dari para orang tua. Karena tanpa dukungan dari Ibu/Bapak sekalian, terutama untuk kostum dan properti, pementasan Kami belum tentu akan sesukses ini...A bunch of thanks to all of you, dear Parents(",)